Selasa, 21 Juni 2011

BELAJAR SABAR



Ada sebuah hati yang harus selalu belajar
Belajar untuk sabar
Belajar untuk tersenyum
Belajar untuk ikhlas
Belajar untuk menahan amarah
Belajar berkata yang baik-baik saja
Belajar menahan keluhan
Belajar menahan membicarakan keburukan teman
Belajar menahan lisan agar tak menyakiti hati sesama
Belajar... ya belajar dan terus belajar

Jika semua jerih payahmu tak dihargai
Maka saat itu kau sedang belajar inti keikhlasan
Tersenyum dan yakin bahwa letihmu pasti akan tak sia-sia

Jika pemberian tulusmu sama sekali tak dihargai dan salah dimengerti
Maka saat itu kau sedang belajar makna kesabaran
Karena ada kalanya maksud baik tidak selalu diterima dengan baik
Tetap tersenyum yang yakin bahwa Allah Maha Melihat warna hati kita

Jika hatimu terluka sangat dalam
Oleh kata-kata tajam menikam
Maka saat itu kau sedang belajar memaafkan

Jika apa yang kau berikan
Apa yang kau upayakan
Tak pernah berbuah ucapan terima kasih
Atau ucapan terima kasih yang dibumbui kata-kata yang menyakitkan

(sangat amat heran, ada orang mengucapkan terima kasih dalam amarah, dalam cacian dan hinaan kepada seseorang yg telah berusaha dengan sangat susah payah berniat  memberikan sebuah hadiah kecil, dengan harapan bisa mendatangkan kebahagiaan bagi yang diberi... tapi......ah... mungkin supaya terbuka mata hati, bahwa apa yang keluar dari seseorang, baik dan buruk, lisan, ucapan dan perbuatan.... sungguh semua itu menunjukkan kualitas orang tersebut.... jika lisan, ucapan, perbuatan kita, semuanya baik... menyejukkan bagi yg mendengar, tahu diri, tahu berterima kasih, tidak arogan... itulah kualitas kita. Tapi kalau sebaliknya...ya mau tidak mau itu juga adalah tingkatan kualitas kita... ah... tidak perlu ditanggapi, ada pengadilan tinggi yang tak pernah salah ......)

Maka saat itu kau sedang belajar hanya mengharap ridho Allah semata
Bukan ucapan terima kasih mereka yang membuatmu mulia
Bukan pula cacian mereka yang lantas membuatmu hina
Tapi kualitas dalam hatimu
Kesungguhanmu, kebaikan hatimu, kesabaranmu, ketegaranmu, kekuatanmu menahan amarah dan keikhlasanmu memaafkan...

Pernahkan kau berdoa

Ya Allah.... berikan aku hati yang penuh cinta
Dan Allah memberikan orang-orang yang bermasalah untu dibantu

Ya Allah, berikan aku kekayaan
Dan Allah memberikan kesehatan, waktu luang, pendidikan, hingga kau bisa bekerja dengan baik

Ya Allah, berikan aku kebijaksanaan
Dan Allah memberikan masalah demi masaah untuk kau selesaikan

Ah... Allah tak pernah memberi yang kau minta
Tapi Allah memberi apa yang kau butuhkan

Sebenarnya semua masalah dalam hidup ini
Membuat kita menjadi tangguh, sabar, pemaaf dan selalu bersemangat

Jika saja kita boleh berdoa, ya Allah beri aku hidup yang mulus, dan Allah menyingkirkan semua masalah dari kehidupan kita
Maka kita akan jadi hamba yang lemah
 Kita bisa sekuat ini, bisa sesabar ini.....karena banyaknya masalah demi masalah yang hsrus kita lewati dan harus kita selesaikan

Dan alhamdulillah... kita sudah sejauh ini...
Semoga kasih sayang Allah selalu menyertai langkah kecil kita

Ingatlah...
Bukan pujian orang yang membuatmu mulia
Bukan cacian mereka yang membuatmu hina

Ada Allah yang selalu tersenyum
Temani setiap niat baik kita

Salam sayang
Seliara

Suami dari Negeri Dongeng


Kadang ada bagian lisan yang perlu kita benahi
Kadang ada bagian sikap yang perlu kita perlembut
Kadang ada bagian hati yang perlu kita percantik

Dan ini adalah kisah bukan di negeri dongeng

Ada seorang istri yang sedang di atm
Sedang membayar tagihan telepon seluler
Selesai menuntaskan keperluannya, iseng ia memencet nomor hp sang suami
Oh, ternyata dilihatnya tagihan sang suami belum terbayar
Terpikir olehnya untuk membayar tagihan suaminya sekalian
Dan ditekannya tombol ”yes” untuk konfirmasi pembayaran

Si istri pun sms ke suaminya kalau pembayaran kartu telepon suaminya sudah ia lakukan
Berharap sang suami akan merasa tenang
Ah...mungkin suamiku belum sempat membayar, begitu pikirnya

”Mas, tadi aku lagi di ATM, bayar tagihan hp, sekalian deh aku bayar tagihan mas...” begitu bunyi sms-nya..

Dan inilah jawaban sang suami dari negeri dongeng...

”Terima kasih Bunda...”

Sebuah jawaban singkat yang menenangkan hati
Sebuah ungkapan cinta yang sederhana dan bermakna

Dan sang istri pun akan tersenyum bahagia
Rasa sayang dan cintanya pada sang suami kian bertambah

Tapi sayangnya tadi adalah jawaban sang suami dari negeri dongeng
Dan inilah jawaban sang suami dari bukan negeri dongeng

”Ngapain sih bayar tagihan hp-ku?! Kan aku udah pakai kartu kredit?! Kan langsung dibebankan ke kartu kredit? Gimana sih...?!!”

Dan sang istri pun hanya bisa terpana mendengar reaksi cukup keras dari suaminya....
Dia juga tak tahu kalau tagihan itu sudah dibebankan di kartu kredit
Nada  marah suaminya membuat hatinya sedikit terluka

”Makasih ya Bunda sudah dibayarkan... tapi lain kali Bunda tidak usah repot2, kan ayah sudah bebankan tagihan hp ke kartu kredit...”

Aahhh.... sekali lagi itu adalah jawaban manis dari sang suami dari negeri dongeng...

Jika... hanya jika, suami kita bukan suami dari negeri dongeng... semoga Allah memberikan bukit kesabaran dan lautan keikhlasan di hati para Bunda di seluruh dunia ini... ^_^

Amin ya Robbal ’alamiin

Salam sayang
Seliara

Kamis, 16 Juni 2011

UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Ketika kerjamu tidak dihargai
maka saat itu kau sedang belajar arti KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting
maka saat itu kau sedang belajar arti KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam
maka saat itu kau sedang belajar arti MEMAAFKAN

Ketika kau harus lelah dan kecewa
maka saat itu kau sedang belajar arti KESUNGGUHAN

Ketika kau merasa sepi
maka saat itu kau sedang belajar arti KETANGGUHAN

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung
maka saat itu kau sedang belajar arti KEMURAHAN HATI

Tetap semangat, sabar, senyum...
Terus Belajar....
Karena kau sedang menimba ilmu di "UNIVERSITAS KEHIDUPAN"

Sumber : mhn maaf, tidak tahu penulisnya krn sdh sering di copy paste, smg bisa diambil hikmahnya

^_^