Selasa, 21 Juni 2011

Suami dari Negeri Dongeng


Kadang ada bagian lisan yang perlu kita benahi
Kadang ada bagian sikap yang perlu kita perlembut
Kadang ada bagian hati yang perlu kita percantik

Dan ini adalah kisah bukan di negeri dongeng

Ada seorang istri yang sedang di atm
Sedang membayar tagihan telepon seluler
Selesai menuntaskan keperluannya, iseng ia memencet nomor hp sang suami
Oh, ternyata dilihatnya tagihan sang suami belum terbayar
Terpikir olehnya untuk membayar tagihan suaminya sekalian
Dan ditekannya tombol ”yes” untuk konfirmasi pembayaran

Si istri pun sms ke suaminya kalau pembayaran kartu telepon suaminya sudah ia lakukan
Berharap sang suami akan merasa tenang
Ah...mungkin suamiku belum sempat membayar, begitu pikirnya

”Mas, tadi aku lagi di ATM, bayar tagihan hp, sekalian deh aku bayar tagihan mas...” begitu bunyi sms-nya..

Dan inilah jawaban sang suami dari negeri dongeng...

”Terima kasih Bunda...”

Sebuah jawaban singkat yang menenangkan hati
Sebuah ungkapan cinta yang sederhana dan bermakna

Dan sang istri pun akan tersenyum bahagia
Rasa sayang dan cintanya pada sang suami kian bertambah

Tapi sayangnya tadi adalah jawaban sang suami dari negeri dongeng
Dan inilah jawaban sang suami dari bukan negeri dongeng

”Ngapain sih bayar tagihan hp-ku?! Kan aku udah pakai kartu kredit?! Kan langsung dibebankan ke kartu kredit? Gimana sih...?!!”

Dan sang istri pun hanya bisa terpana mendengar reaksi cukup keras dari suaminya....
Dia juga tak tahu kalau tagihan itu sudah dibebankan di kartu kredit
Nada  marah suaminya membuat hatinya sedikit terluka

”Makasih ya Bunda sudah dibayarkan... tapi lain kali Bunda tidak usah repot2, kan ayah sudah bebankan tagihan hp ke kartu kredit...”

Aahhh.... sekali lagi itu adalah jawaban manis dari sang suami dari negeri dongeng...

Jika... hanya jika, suami kita bukan suami dari negeri dongeng... semoga Allah memberikan bukit kesabaran dan lautan keikhlasan di hati para Bunda di seluruh dunia ini... ^_^

Amin ya Robbal ’alamiin

Salam sayang
Seliara

Tidak ada komentar: