Maaf Ibu, Bapak
Lebaran ini aku tak pulang
anakmu tak dapat menjengukmu
sekedar menabur bunga di atas pusaramu
Maafkan aku Ibu, Bapak
bukan aku tak lagi mencintaimu
bukan aku tak lagi merindukanmu
rindu itu tetap membuncah di hatiku
seperti cinta yang selama ini kau berikan
Biarlah doa yang selalu kupanjatkan
semoga Allah mengampuni segala kesalahan bapak dan ibu
semoga Allah menerima semua amal ibadah bapak dan ibu
semoga Allah memberikan tempat yang indah di surga-Nya
Masih jelas semua kenangan masa kecil itu
ketika peluh tak lagi kau hiraukan
sakit dan letih tak kau rasakan
Masih kukenang saat kanker menyapamu Bu
saat engkau hanya bisa terbaring
sementara kami masih sangat kecil
hingga akhirnya kau harus pergi untuk selamanya
tinggalkan kami yang belum siap untuk mandiri
hingga keadaan memaksa kami untuk berdiri
di atas kaki sendiri
Bapak
tak ada yang menyangsikan betapa besar cintamu pada kami
tanggung jawab yang kau tebus dengan segalanya
yang tak kan pernah sanggup kami membalasnya
kecuali dengan seuntai doa
Gema takbir yang menyapa
selalu mengingatkan aku pada saat kita masih bersama
suka cita menyambut datangnya hari kemenangan
yang kini hanya tinggal kenangan
semua kenangan itu akan selalu hidup di hati
meski tak ada seorangpun yang bisa mengerti
meski jarak memisahkan kita
dan tak diijinkannya aku menjengukmu
meski hanya sesaat
meski hanya sekejab
semua itu
tak akan sanggup menggerus
jalinan cinta yang tulus
Jumat, 12 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar